Pemuda Sejati

Menyempatkan memikirkan nasib saudaraku yang bekerja jauh lebih mulia.
Bagaimana ada perasaan terlintas seperti ini? Namun berkesan mendalam dihati.

Tangisan haru menetes setiap malam. Tangisan rindu kebahagiannya sejati. Hidup tidak bergelimang harta. Berjuang mencari rizki yang halal walaupun bekerja yang dipandang ringan oleh banyak orang.

Ya, engkau adalah saudaraku. Dengan pakaian jadul lesu. Tampaknya sudah tidak berharga engkau memakainya. Tapi engkau terlihat sabar penuh syukur. Itu yang membuatku mempunyai rasa saudaraku.

Menatap wajahnya membuatku berpikir berulang-ulang. Menyempatkan menata hati dan pikiran. Terlintas rasa syukur penuh keajaiban. Keadaanku jauh lebih baik darinya.

Lalu? Apakah kegundahan selama ini dan artinya baik untuk kita?. Dimana selalu mengadu, “aku ingin menyerah!”. Apakah keluh kesah hati ini dapat dibenarkan?

Kenyataanya jauh dari harapan. Banyak saudara kita jauh lebih berjuang keras. Menghadapi besarnya ombak kehidupan. Berjuang demi orangtua mereka. Demi kesejahteraan masa depan mereka yg tidak mereka duga-duga.

Hanya saja, aku ingin merasakan kebahagiaan itu. Bahagia memandangnya. Bahagia bukan karena harta. Alangkah mulianya pemuda saudaraku itu. Alangkah indahnya pemuda itu di mata ya Maha Khaliq.

Di peradaban manusia jaman sekarang. Pejuang sejati penuh mempesona berada di depan mata. Aku belajar darinya. Aku merasakan tanggung jawab itu. Untuk setia memberikan yang terbaik buat saudaraku itu.

Lalu, engkau tersenyum di dalam bibirmu yang manis itu. Seolah berkata ” Hai, saudaraku. Ahlan wasahlan!”.

Surabaya, 24 februari 2015

Cicak ITS

Hai cicak, lihatlah aku. Aku sedang bahagia. Apa engkau juga dapat merasakanya?. Aku menanyakan di malam hari penuh keheningan. Hanya terdengar suara percikan air.

Hai cicak! Apa kabarmu?. Aku minta maaf sudah berbulan-bulan disini. Tapi tidak memperkenalkan namaku. Aku “Achsan”, si pencari ilmu.
Walaupun kadang sebenarnya aku tidak selalu menganggapmu ada.
Tapi aku tau kamu selalu ada di dinding kamarku. Sejak waktu itu.

Kadang kamu terlihat malu. Baiklah, hari ini karena aku sangat bahagia. Aku ajak kamu berbicara padaku. Eiiits !, tapi jangan malu-malu. Jangan takut disampingku hai cicak.

Tau kah kamu hai cicak, apa yang membuatku bahagia hari ini?
(Tersenyum).

Aku melihat teman-temanku bersemangat menuntut ilmu. Mereka datang pagi sekali. Untuk bergegas membuka pintu ruangan ilmu.
Ya, jam 8 pagi di hari libur ini, masih banyak mahasiswa-mahasiswa ITS yang bekerja di Kampus. Mereka umumnya membuat alat-alat yang bermanfaat nanti. Tapi setidaknya di Kampus ini. Kita semua mencoba kemampuan ilmu kami. Berbagi layaknya sapu lidi

Kadang juga mereka mengerjakan tugas dari dosen kuliahnya. Hmmm
Takkenal letih teman-temanku melakukanya. Satu demi satu tugas mereka selesaikan dengan ceria. Walaupun kadang soal yang mereka kerjakan salah.

Walaupun kamu diam tanpa kata. Aku berharap kamu mengerti.

Mengerti apa?
Ayolah cicak. Mereka menjadi semangatku dalam berkarya. Bayangkan jika tidak ada mereka. Aku pasti malas melakukan apapun. Hahaha, semangat mereka memang menular.

Jadi cicak, seandainya kamu ingin bersemangat lagi dalam hidup ini. Atau minimallah biar tangkapan nyamukmu banyak malam ini. Kamu harus berkumpul dengan teman-teman kamu. Jangan menyendiri seperti ini. Agar semangat cicak-cicak temanmu juga menular.

Oiya, jangan lupa berkumpul dengan cicak-cicak shaleh ya. Hehehe

Tapi entahlah, dengan siapapun. Kita semua hendaknya berbuat baik saling menyayangi. Sama seperti kamu. Mungkin kita berbeda makhluk. Tapi Tuhanku menyuruhku untuk menyayangi kamu.

Kamu tau kenapa?

Ya, betul sekali. Karena aku tidak menciotakanMu. Allahlah yang menciptakanmu. Dan aku disuruh menjaga kamu. Menjaga Alam Dunia ini dengan sebaik-baiknya.

Trimakasih ya. Aku ingin kamu merasakan kebahagiaan ini.

Oiya, kamu harus bersyukur ya jadi cicak.

Pemuda Penuh Cita

Saya akan menikah dengan wanita yang shalehah, yang pandai agamanya, yang pandai akhlaknya. Wanita yang baik, yang saya orangtua. Pandai pemikirannya. Ia cantik rupa. Bermanfaat di masyarakat. Ibu dari anak cucu saya. Yang menjadi semangat saya. Yang selalu dihati saya. Yang selalu membahagiakan saya. Menasehati dikala saya bersedih atau bersalah. Dan kita semua adalah orang-orang yang mencintai Engkau. Orang-orang yang tidak lalai dengan sholat. Dan akan hidup bahagia di dunia dan akhirat. Dan kita akan mati semuanya dengan baik “achsan”. Dan kembali dengan keadaan mulia.

Disaksikan hujan turun pada sore ini. Hujan deras di dalam rumah.
Ponorogo, 16 januari 2015
Hambamu yang selalu meminta

Laki-laki Tua dan Sang Proklamator

Diiringi tembang jalanan. Seorang laki-laki kurus tua menyanyikan sebuah lagu. lagu penuh kenangan. Diiringi dengan suara gitarnya yang merdu. Bercerita tentang proklamator tercinta yang telah tiada.

Ia mengatakan sang proklamator jujur dan bijaksana. Tersimpan semua anugrah di jiwanya. Namun kini, ia telah pergi.

Memang Tuhan menciptakan pahlawan dengan penuh rahasia ilahi. Rasa rindu dengan para pejuang-pejuang terdahulu tampaknya masih menyelimuti dia.

Hujan air mata di pelosok negeri saat itu ia ceritakan. Ia melepas pergi. Tertunduk anggun menyanyikan lagu pertiwi. Tidak lepas dari namanya. Tidak mampu menghapus dari pikirannya.

Kini ia merasakan kehilangan yang begitu mendalam.

Taukah engkau anak-anak bangsaku!. Dulu pahlawan-pahlawanmu sungguh hebat. Berjuang seluruh jiwa dan raganya. Takkenal lelah, ia memperjuangkan rakyat Indonesia. Demi masa depan rakyatnya.

Terbayang batin dan firasat terus dibenaknya. Terbayang jelas di wajahnya. Sifat sederhana sang proklamator itu.

Sambil sesekali ia meminta doa kepada Tuhannya diberikan sang pemimpin seperti itu lagi. Merindukan seseorang pemberani. Seorang pahlawan pejuang sejati. Merindukan masa-masa kejayaan.

Jujur, berwibawa, bijaksana. “Masih adakah sosok seperti ini?”, katanya berulang kali.

Namamu agung wahai pahlawan bangsa. Dari kami pemuda-pemuda yang berjaya waktu itu. Trimakasih engkau memberikan harapan. Membangun bangsa jauh lebih sejahtera.

Kini saatnya kami beraksi. Bukan dengan senjata atau berkelahi. Namun dengan belajar membangun negeri dengan mengajarkan pendidikan anak cucu kami. Dan memberikan kesehatan gratis di penjuru negeri. Itulah yang diharapkan laki-laki tua itu. Berperang dengan kemiskinan. Dan mati dengan gelar pejuang sejati. Tanpa dikenang dan dibicarakan.

Surabaya, 21 januari 2015

Pesan Khusus BISMA Batch 7

Kepada pemimpin muda bangsa :

Awal bertemu dengan rekan BISMA rasanya malu. Malu kalau tidak bisa menunjukkan yang terbaik

Satu kamar dengan 9 laki-laki dari universitas berbeda di AKMIL membuat saya terpacu untuk mengakselerasi diri.

Tanggung jawab tidak hanya untuk diri sendiri. Di AKMIL kita semua bertanggung jawab atas perkembangan karakter rekan-rekan kita.

Suka atau tidak suka. Anda akan belajar baris berbaris dan kerjasama tim.

Semua tindakan akan ada konsekuensinya. Maka lelahmu, letihmu, capekmu letakkan diperjuanganmu untuk rekan-rekanmu.

Apa yang dilakukan pejuang sejati, selalu untuk Tuhan dan rasa sayangnya pada umat manusia.

Jika engkau lelah.Merasakan beratnya tekanan. Maka katakanlah “Aku Lelah semata-mata untukmu Tuhanku, untukmu negaraku!”

Jika kamu ragu-ragu dalam melangkah. Maka katakanlah “maaf,aku bukanlah seorang pecundang, aku adalah pemuda sejati!”

Kalau memang hidup itu cuma sekali. Akan akan lalui hidup indahku dengan penuh jiwa kepemimpinan

Aku adalah orang sederhana dari desa. Tapi aku punya cita-cita negara untuk diwujudkan bersama

Memandang wajahmu pertama kali membuatku tersenyum. Selamat datang teman baru

Gerakan kita selalu bersama-sama. Menyalakan pelita digelapnya malam

Banyak orang menanyakan keuntungan. Aku jawab keuntunganku bagai korek api, aku dapat membakar jiwa, mengobarkan semangat pemuda indonesia.

Lihatlah kakimu. Banyak lumpur, kotor dan tampak tidak baik. Lihatlah keatas cahaya langit begitu cerah. Bagaimana dengan surganya para pejuang. Pasti jauh lebih indah.

Pemuda-pemuda terbaik bangsa adalah pemuda-pemuda yang penuh semangat, bekerja keras dan bertanggung jawab

Maka diajarkan juga pilar-pilar kebangsaan negara.

Disiplin selalu menjadi andalan kami dalam bekerja.

Kecintaan terhadap bangsa berbanding lurus dengan kecintaan kita pada lingkungan sosial

Kalaupun negara ini kaya, itu adalah hasil kerja keras negara itu sendiri.

Bagaimana negara kita diinjak-injak. Tapi kita tidak sadar hal itu

Tidak hanya krisis kepemimpinan dan kepercayaan. Tapi juga krisis persaudaraan.

Pemuda sejati menguasai banyak hal. Termasuk survival di gunung, bukit, hutan.

Hari-hari bersama menimbulkan kenangan selamanya.

Jika masih merasa sombong. Maka aku telah gagal dan jatuh di jurang yang sangat dalam.

Kedang kita malu bertanya. Kadang kita terlalu banyak memikirkan kata-kata.

Terlalu banyak diskusi. Kadang kita lupa tujuan kita untuk action segera

Seorang pemimpin tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan emosional. Tapi juga spiritual yang mempesona

Mempunyai prinsip yang baik, tegas dan bijak membutuhkan proses yang lama

Individualism membutakan mata hati kita

Kami BISMA leadership jaya, tunas insan satria muda. Penggalan syair lagu BISMA.

Seorang pejuang takmau disebut seorang pejuang hingga titik darah penghabisan.

Kalau harus menangis. Tangisilah, aku bukan siapa-siapa tanpa orang lain. Fitrahnya manusia adalah makhluk sosial dan berbudi

Di ILC 1 dan 2 batch 6 diajarkan kepemimpinan yang menyeluruh dibawah integralistik bhinneka tunggal ika.

ILC III batch 6 diajarkan kemandirian membangun komitmen menjadi ksatria sejati

ILC IV batch 6 diajarkan bakti negeri. Dari, oleh mahasiswa untuk masyarakat dari hal-hal yang sederhana dan aplikatif

ILC V batch 6 diajarkan jurnalistik dan speaking kelas internasional

Belajar jurnalistik. Karena sebuah pergerakan berawal dari tulisan

BISMA selalu memahami perbedaan dan saling mengandalkan satu sama lainnya

Menurut banyak orang kamu akan hebat. Tapi percayalah bahwa pejuang itu berat

#WelcomeBISMA7
18 januari 2015

(BISMA Batch 6 ILC III di Istana Negara Cipanas tahun 2014)
image

Menyadari Tulisan dan Pengaruhnya

Di malam yang cerah ini. Saya kembali menulis mengenai fenomena unik antara tulisan dan pengaruhnya. Yang bisa dikaitkan dengan pergerakan politik juga. Pergerakan politik yang tidak terpisahkan dari peran tulisan.

Generasi sekarang merupakan generasi yang tidak lepas dari media sosial. Hampir setiap jam kita terhiasi oleh teknologi media sosial. Kadang sebagai media komunikasi maupun sharing ilmu pengetahuan. Kita berlebihan dalam penggunaannya. Bagi yang tidak sadar, cepatlah bertaubat. Karena bagaimanapun juga terlalu lama di media sosial tidak baik.

Tidak sedikit juga media sosial dijadikan media efektif para elit politik. Dalam berkampanye maupun berpendapat. Media sosial adalah representasi dari tulisan yang diunggah secara umum yang merevolusi buku menjadi digital. Tulisan yang mudah di akses. Dan berpengaruh besar dalam perkembangan generasi manusia. Yang mulanya membaca melalui buku atau mendengarkan radio atau melihat televisi. Berubah menjadi bermain Handphone maupun internet. Tidak perlu koran lagi dalam membaca berita. Tinggal klik di Handphone kalian masing-masing maka berita itu akan menghampiri anda.

Kita akui, kita sekarang adalah generasi yang bebas berpendapat. Iya, kamu bebas menulis pendapat apapun yang kamu suka. Entah itu untuk khalayak umum atau pribadi. Kamu dapat mengunggahnya di media sosial. Asalkan sesuai dengan batasan norma-norma yang berlaku ya. Misal menulis sesuatu yang dapat menghibur orang, berita, dan hal-hal yang menambah wawasan. Hingga mengajak responden untuk melakukan bisnispun bisa. Tapi bagaimanapun juga media sosial termasuk tulisan yang bisa jadi subjektif dan berkepentingan.

Banyak jurnalis tidak henti-hentinya bekerja menulis. Dan menyebarkan isu di media sosial. Hal ini dinilai efektif karena sebagian besar penduduk indonesia pemakai Handphone berlayanan internet untuk mengakses berita.

Apa yang kita kerjakan apa yang kita pikirkan. Dengan mudah semua orang bisa melihatnya melalui media sosial. Maka berhati-hatilah dan kontrol apa yang kita tulis. Seolah-olah semua orang kepo itu mudah. Tinggal investigasi dan observasi saja di media sosial. Maka kita dapat menemukan banyak hal yang kita cari.

Sama halnya sebuah politik. Sepanjang sejarang dunia politik. Awal dari pergerakan politik itu bermula dari tulisan. Tidak heran jika di era sekarang. Banyak orang membangun citra politiknya melalui dunia tulisan termasuk menulis di media sosial. Melalui media sosial. Contohnya adalah isu mengenai calon Kapolri bapak KOMJENPOL Budi Gunawan yang ditetapkan KPK menjadi tersangka pada tanggal 13 januari 2014. Ada bapak jokowi maupun bapak prabowo yang pada tahun 2014 banyak diisukan pencitraan sebagai calon presiden melalui media sosial.

Kita dengan mudah dapat mempengaruhi orang. Dengan kreativitasnya masing-masing kita dapat membuat banyak opini di masyarakat. Tapi tentu dengan batasan-batasan dan etikanya. Begitu juga dengan politik akan selalu diawali dengan tulisan yang banyak kita temui di media sosial. Selalu didampingi kekuatan tulisan.

Untuk itu bolehlah belajar menulis mulai sekarang dengan santun dan bijak. Menghormati orang lain dan tidak menggunakan tulisan sebagai senjata untuk menyudutkan lawan.

15 januari 2015

Dunia ini Menakjubkan dengan Imajinasi

image

(Dokumentasi pribadi pelatihan BISMA ILC V)

Imajinasi memberikan banyak harapan pada dunia. Imajinasi memberikan banyak perubahan peradaban manusia. Maka seseorang dikatakan ekspresif, pandai tidak lepas dari peran imajinasi. Yang selalu memberikan gambaran kepada kita apa yang mesti kita perbuat.

Tidak heran Albert Einstein pernah mengatakan :
Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan bersifat terbatas sementara imajinasi bisa merangkul seluruh isi dunia. (Albert Einstein)

Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan sesuatu berdasarkan kenyataan, pengalaman, khayalan dan sesuatu yang ingin diperbuat seseorang.

Salah satu teknik dalam mengembangkan imajinasi kita. Kita dapat menggunakan cara kreatif dalam imajinasi. Mencontohkan sesuatu yang tidak pada kodratnya. Dalam artian berfikir secara out of the box. Sehingga kita jauh lebih berfikir secara mendalam. Kiranya bisa membantu kita dalam imajinasi kita. Karena pada hakekatnya apapun di Dunia ini diciptakan tidaklah sia-sia. Dan sebagai manusia hendaknya kita memanfaatkannya dengan baik.

Contoh : Pensil.
Pensil sudah tentu dibuat sebagai alat untuk menulis. Tetapi dalam imajinasi kita. Kita dapat memisalkan pensil menjadi : stik golf, terompet, seruling, gitar, sikat gigi, tombak ikan, penggaruk punggung, timbangan masa hingga telepon. Ini adalah awal mimpi kita untuk diwujudkan.

Hal ini membantu kita untuk lebih menggali kata. Kreativitas kita dalam berkata-kata juga berekspresi.

Ada yang aneh?
Tentu tidak. Imajinasi menciptakan hal-hal besar yang mungkin terjadi.

Banyak hal di Dunia ini menakjubkan berawal dari kemampuan seseorang dalam berimajinasi. Sehingga apa yang dibicarakannya benar-benar merasuk di jiwa. Walaupun kadang awalnya ditertawakan.

Surabaya, 11 januari 2015