Pelatihan Indofood Leadership Camp (ILC) IV memberikan banyak kejutan, manfaat dan kenangan

10536579_10202501930779428_2415711334191859762_o
Indofood leadership Camp IV merupakan pelatihan lanjutan dari ILC I,II, dan III. Pelatihan ini mengasah kemampuan kita untuk benar-benar mandiri, membuat program-program pengabdian masyarakat yang kreatif. Di sisi lain banyak materi bermanfaat yang saya dapatkan di ILC IV mengenai kedewasaan berfikir yang disampaikan Pak Dadit, profesionalisme yang diajarkan pengurus KSE, wawasan mengenai Indonesia dari Pak Mirza, dan pengalaman karir dari Ibu Werry. Menyadari itu semua berdampak positif bagi saya.

Sekedar cerita, untuk mengikuti program pelatihan BISMA, saya harus ijin 3 hari untuk tidak mengikuti kuliah, artinya adalah butuh pengorbanan ekstra yang kita lakukan dalam mencapai kesuksesan. Dan Alhamdulillah saya tidak pernah menyesal. Saya memutuskan untuk ikut ILC IV ini sejak saya masuk dalam program BISMA. Waktu itu saya bercita-cita mengikuti pelatihan ILC hingga jenjang terakhir yaitu ILC 5. Saya ingin belajar banyak mengenai pengembangan diri, saya ingin memahami dunia luar, saya berkeras hati untuk merubah perilaku, untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan terus menjadi lebih baik.

Awalnya saya mengalami kondisi yang sangat padat dan melelahkan karena hari-hari sebelumnya saya harus presentasi kerja praktek, serta sebagai salah satu peserta PIMNAS di Semarang. Sempat sakit Demam H-1 sebelum ILC IV, tapi itu tidak menjadi masalah, kadang malah memberi semangat untuk terus maju. Saya merasa ini adalah tantangan, dan ternyata tantangan itu menyenangkan, walaupun saya tidak pernah tau apa yang terjadi pada masa depan atas keputusan saya. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik

Bulan September diterima di ILC IV, kesempatan yang mungkin tidak orang lain bisa dapatkan dengan mudah.

Saya berangkat dari ITS berlima dengan salah satu teman saya di Thailand waktu itu. Sebagai salah satu penanggung jawab dari ITS saya membantu mengkoordinir perlengkapan, transportasi dari temen-temen ITS bersama Miftakhul Riza. Berangkat mulai pukul 04.00 dari Surabaya, Alhamdulillah perjalanan sangat menyenangkan. Kami dari kelompok KSE ITS waktu itu diberikan tugas membuat briket untuk diaplikasikan di masyarakat Kertasarie secara langsung. Program Briket ini kami memanfaatkan daun dan ranting yang tidak terpakai (Limbah) untuk dijadikan bahan bakar alternatif. Saya sering mendengar konsep briket ini sejak mengikuti TFI yang diadakan KSE, dan masih ingat juga salah satu yang menjadi inspirasi dalam membuat briket ini adalah Pak Chris. Beliau memberikan banyak masukan mengenai briket. Alat-alat briket sudah dipersiapkan dengan baik oleh tim KSE ITS, walapun jujur kami belum pernah membuat briket sebelumnya.

Selanjutnya, tiba di stasiun disambut oleh rekan-rekan saya BISMA dari perguruan tinggi lainnya. Rasa senang dan bangga bisa berkumpul kembali dengan mereka. Merasa beruntung dari pelamar Beasiswa KSE sejumlah 13.000 mahasiswa dan sekarang terpilih 47 mahasiswa berkesempatan menjadi peserta ILC IV di Bandung. Bagi saya : bersilaturahmi, bertukar pikiran sebagai mahasiswa di seluruh Indonesia adalah hal yang luar biasa. Kita semua dengan rendah hati menyadari kelebihan dan kekurang masing-masing. Bahkan saya sudah terbiasa dengan karakter rekan-rekan BISMA, saya berusaha harus percaya diri disini. Meyakinkan diri sendiri untuk menjadi yang terbaik walaupun sebenarnya  sosok yang sederhana saja.

Hari pertama, belajar beradaptasi dengan lingkungan, menyamakan persepsi, menyatukan tujuan kenapa ikut ILC IV bersama rekan-rekan BISMA lain. Tujuan sangat penting bagi kami untuk menentukan arah belajar. Di sela-sela perjalanan menuju Pengalengan Bandung kami memanfaatkanya dengan canda tawa, itu membuat kami relax sebelum memulai kegiatan.

Acara hari pertama pembukaan ILC IV tidak disangka dihadiri pihak-pihak dari Indoagri, Indofood dan pengurus KSE. Senang bertemu langsung dengan figur yang sukses di bidangnya masing-masing. Kami belajar sikap mereka secara menyeluruh mulai dari sikap duduk, berbicara, cara memimpin dan pandangan mereka mengenai permasalahan Indonesia. Mereka mengajarkan dengan baik mengenai kepemimpinan, memimpin itu tidak harus memegang jabatan. Kita pun anggota biasa sangat bisa menjadi pemimpin yang baik walaupun hanya anggota biasa. Mereka memang sosok yang optimis terhadap Indonesia, saya pun demikian. Walaupun bukan ketua di salah satu tim ILC IV saya masih bersyukur bisa belajar banyak dari cara mereka memimpin.

Hari kedua saatnya bersenang-senang dengan teh. Belajar proses penanaman hingga pemetikan teh dijelaskan secara detail. Proses penanaman teh ternyata tidak mudah, butuh ketelitian dan perencanaan yang baik. Bertemu dengan bapak fadlypun disini, di proses fabrikasi teh. Mungkin karena pak Fadly tidak menggunakan pengeras suara waktu itu, saya selalu berada di dekatnya untuk mendengarkan penjelasan beliau. Suasana waktu itu ramai dikarenakan juga peserta ILC IV yang banyak. Tapi baguslah, saya masih bisa memahami apa yang diajarkan bapak Fadly, dan akhirnya banyak ilmu yang didapatkan mengenai bisnis perkebunan teh.

Di hari ketiga, kita mulai melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Dari Analisa kondisi masyarakat awal khususnya tim Briket : banyak sekali sampah daun dan ranting yang berserakan di sekitar rumah penduduk. Hal ini merupakan salah satu potensi program briket. Kami mulai mensosialisasikan mengenai cara pembuatan Briket di Hari ke-3. Di hari sosialisasi pertama kami : masyarakat sangat antusias, kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu dan anak-anak. Alhamdulillah pada saat itu : ketua Dusun, karang taruna dan Ibu PKK ikut hadir dalam sosialisasi. Di Hari pertama sosialisasi, Briket kami gagal karena tidak bisa dibakar.

Di hari selanjutnya kami mensosialisasikan di Dusun lain, sosialisasi ini merupakan sosialisasi kedua bagi kami. Di pagi hari kami telah membuat briket baru dari hasil evaluasi ditambah bahan tambahan dari kotoran sapi. Hasilnya luar biasa, saat kami membuatnya bersama masyarakat hasil briketnya bisa terbakar dan tahan lama. Akhirnya usaha keras kami dengan masyarakat berhasil sudah, dan Berakhir sangat menyenangkan.

Berkumpul dengan masyarakat adalah anugrah.

Dan Berbagi itu ternyata sederhana, yang penting niat dan semangat di dalam hati

IMG_2229 IMG_2432 IMG_20140908_173238

Published by

Achsanul F Irvan

My Name Achsan from Civil Engineering Department ITS Surabaya Welcome, Enjoyed :) Achsan_irvan@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s