Buku Adalah Anugerah Terindah

Belajar dari kegagalan sebelumnya. Membuatku mengerti.

Boleh jadi hari pertamaku. Aku lalui dengan buruk. Aku salah memilih jalan. Karena jalan aspal yang aku lalui rusak dan macet oleh banyak kendaraan.
Hari kedua aku tau nantinya jalan yang aku lalui akan rusak dan macet. Tapi aku tetap melewati jalan itu. Hari ketiga aku tidak sengaja melalui jalan rusak itu lagi. Hari keempat aku tau jalan itu rusak tapi tetap aku lalui lagi. Hingga hari kelima ini, aku tau jalan itu akan rusak dan macet. Maka aku mengubah arah jalanku. Tidak dijalan itu lagi.

Hal yang sama terjadi dalam hidupku. Aku tidak suka membaca buku. Melihat bukupun merasa malas. Aku tidak tertarik dengan orang-orang berkacamata kutu buku itu. Menurutku membaca buku membuang waktuku bermain. Sudah cukup matematika fisika bagiku. Asalkan nilai sekolahku bagus. Maka aku berhak melakukan apa saja. Termasuk membenci buku. Semuanya terjadi hingga usia SMAku.

Aku mengakui. Telah melakukan kesalahan yang besar waktu itu. Aku tidak pernah mau mencoba membaca buku. Tidak pernah ingin merasakan indahnya makna buku. Aku hanya membaca buku saat ujian. Itupun buku akademik saja. Sehingga membuatku buta. Suka meremehkan sesuatu. Sok pintar dan memmbuatku semakin terpuruk. Aku semakin suka hal-hal yang instan karena egoku.

Tapi itu dulu saat aku masih kecil.

Namun semuanya kini kian berubah. Aku segera bangkit dan berubah arah. Aku menyukai buku. Buku membuka cakrawala duniaku. Ternyata indah ya membaca buku: kita bisa belajar banyak dengan buku. Buku merubah segalanya : pemikiran, karakter dan kepribadianku.

Sungguh beruntung temen-temen yang sudah membiasakan membaca buku sejak kecil. Teruskanlah!

Saya teringat suatu ketika temanku sesama penerima beasiswa dari Universitas Indonesia bertanya. “Ahsan, dulu waktu kecil suka membaca buku apa?”. Jujur aku malu. Di dalam hati aku berkata ” Aku tidak suka membaca buku waktu kecil, Entahlah aku suka matematika saja waktu itu. Aku suka hal-hal yang cepat. Bagiku aku mampu menjadi anak dengan penyelesaian soal matematika selalu tercepat dikelas. Itu sudah cukup bagiku. Aku tidak tertarik membaca buku lebih dari yang aku perlu. Aku tidak tertarik dengan cerita orang. Masa bodoh. Aku tidak peduli.”

Semakin lama-semakinku sadar. Dunia tidak hanya berbicara matematika nak. Banyak hal menarik yang harus dipelajari. Semuanya ada ilmunya. Maka rendah hatilah dalam menuntut ilmu. Dan membaca buku itu membahagiakan. Alangkah indahnya hidup ini dengan buku-buku yang kita baca.

Sudahku pilih jalan yang menurutku benar hari ini. Buku ini merupakan anugrah yang indah. Trimakasih masa lalu yang memberikan kesadaran. Betapa mahalnya buku. Betapa mahalnya ilmu.

Sungguh jelas mana yang baik dan buruk di muka bumi ini nak. Membaca buku, disiplin, suka menolong, bertanggung jawab adalah hal-hal yang baik. Sombong, tidak peduli, mencuri adalah sikap buruk. Maka kecerdasan akan membawa kita semua ke kebiasaan baik. Termasuk kebiasaan membaca buku

Selamat membaca buku lagi.

Surabaya, 6 Januari 2015

Published by

Achsanul F Irvan

My Name Achsan from Civil Engineering Department ITS Surabaya Welcome, Enjoyed :) Achsan_irvan@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s